Showing posts with label Pengantar Auditing. Show all posts
Showing posts with label Pengantar Auditing. Show all posts

Pengantar Auditing


Pengantar Auditing
            Soekrisno Agus, 2004 mengatakan, Auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independent, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen  beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.

Perbedaan Audit dengan Akuntansi
Auditingmerupakan sifat analitis, karena akuntan _ rofes memulai pemeriksaannya dari angka-angka dalam laporan keuangan, lalu dicocokkandengan neraca saldo (trial balance), buku besar (general ledger), bukuharian (special journals), bukti-bukti pembukuan (documents) dan sub bukubesar (sub-ledger). Auditing dilakukan oleh akuntan _ rofes (khususnyafinancial audit) dengan berpedoman pada Standar Profesional AkuntanPublik, Aturan Etika IAI Kompartemen Akuntan Publik dan StandarPengendalian Mutu.

Accountingmempunyai sifat konstruktif, karena disusun mulai dari bukti-buktipembukuan, buku harian, buku besar dan sub buku besar, neraca saldosampai dengan laporan keuangan.Akuntansi (accounting) dilakukan olehpegawai perusahaan (bagian akuntansi) dengan berpedoman pada StandarAkuntansi Keuangan.

Maka dapat disimpulkan mengenai auditing sbb :
1.   Yang diperiksa adalah Financial Statement
      a. Balance sheet.
b. Income statement.
c. Equity of changes statement)
d. Cahs flow statement.
      e. Notes to the financial statement
2.   Pemeriksaan dilakukan secara kritis dan sistematis.
3.   Pemeriksaan dilakukan oleh pihak yang independen.
4.   Pemeriksaan dilakukan oleh akuntan (accountant) untuk memberikan pendapat kewajaran
atas laporan keuangan yang diperiksa.


Jenis-Jenis Audit
A.    Ditinjau dari luasnya pemeriksaan, terdiri dari :
1.      General audit (pemeriksaan umum) Suatu pemeriksaan umum atas laporan keuangan yang dilakukan oleh KAP independen dengan tujuan untuk bisa memberikan pendapat mengenai kewajaran atas laporan keuangan secara keseluruhan.
2.      Special Audit (pemeriksaan Khusus) Suatu pemeriksaan yang terbatas (sesuai dengan permintaan audite) yang dilakukan oleh KAP yang independent yang pada akhir pemeriksaannya auditor tidak perlu memberikan pendapat terhadap kewajaran laporan keuangan secara keleluruhan.

B.     Ditinjau dari jenis pemeriksaan audit
1.      Management Audit merupakan suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi, operasional yang telah ditentukan oleh pihak manajemen untuk mengetahui apakah kebijakan operasi tersebut sudah dilakukan secara efektif, effisien dan ekonomis. 

a.       Prosedur Audit yang dilakukan mencakup :
o   Analytical review.Adalah membandingkan laporan keuangan periode berjalan dengan periode lalu, budget dengan realisasinya serta analisa ratio.
o   Evaluasi terhadap Management control system.untuk mengetahui apakah SPM dan PI sudah memadai perusahaan.
o   Complience test. untuk menilai efektifitas dari PI dan SPM dengan melakukan pemeriksaan secara sampling atas bukti – bukti pembukuan.

b.      Tahap dalam suatu manajemen audit:
o   Prelimenary Survey ( survei pendahuluan)
o   Reviuw and testing of management control sistem (penelaahan dan pengujian atas sistem pengendalian management)
o   Detailed Axamination (pengujian terinci)
o   Report development (pengembangan Laporan)

c.       Management auditbisa dilakukan oleh:
o   Internal Auditor
o   Kantor Akuntan Publik
o   Management Consultant

 
Support : Copyright © 2011. Go!!! Ekonomi Syari'ah - All Rights Reserved